Insiden Tuberculosis (TB) terjadi lebih tinggi pada ibu muda setelah
melahirkan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa grup perempuan ini
secara potensial mewakili kelompok target baru TB yang dipilih untuk screening.
Penelitian tersebut dilakukan a new UK-wide cohort study dan dipublikasikan secara online dalam American Thoracic Society's American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Dalam penelitian bersama itu peneliti dari Health Protection Agency dan University of East Anglia mengevaluasi data yang didapat dari General Practice Research Database pada semua perempuan hamil antara 1996-2008. Database tersebut mewakili 5,5 persen populasi Inggris dan berisi catatan dari 460 praktek di Inggris.
Dominik Zenner, konsultan pada lembaga kesehatan masyarakat di
Respiratory Diseases Department, Health Protection Agency, mengatakan
tujuan utama penelitian tersebut adalah untuk menghitung risiko TB
selama kehamilan dan pascakehamilan. "Meskipun kami menemukan kenaikan
risiko secara signifikan tentang TB dalam enam bulan setelah kehamilan,
bukan selama kehamilan, risiko selama kehamilan hampir pasti juga
meningkat," ujar Dominik.
Untuk penelitian tersebut peneliti
mengestimasi tingkat insiden TB selama kehamilan, enam bulan setelah
melahirkan, dan di luar kehamilan, dan meng-adjust model penelitian dengan rasio tingkat insiden dalam model retrospective.
Cohort study memasukkan total 192.801 perempuan dalam 264.136
kehamilan. Peneliti mencatat bahwa dari 177 kasus TB selama penelitian,
22 kasus terjadi selama kehamilan, dan dalam 180 hari setelah
melahirkan.
Peneliti menetapkan bahwa perkiraan tingkat TB
untuk kehamilan gabungan dan periode setelah melahirkan adalah 15,4 per
100 ribu orang per tahun. Ini secara substansial lebih tinggi
dibandingkan dengan tingkat di luar kehamilan dengan kejadian 9,1 per
100 ribu orang per tahun. Setelah peneliti mensinkronkan model dengan
memasukkan umur, wilayah, dan status sosial-ekonomis, mereka menemukan
bahwa risiko TB pascakelahiran secara substansial lebih tinggi ketimbang
risiko TB di luar kehamilan
Penelitian ini mempunyai berbagai
keterbatasan, seperti desain observasi serta fakta bahwa adanya
keterlambatan pencatatan administrasi antara diagnosis dan pencatatan TB
yang terjadi.
Mengomentari hasil penelitian ini, Zenner mengatakan screening
TB yang ditargetkan pada wanita hamil dan setelah melahirkan dalam grup
yang berisiko tinggi dapat dibenarkan. Hal itu karena penundaan dalam
memulai pengobatan dikhawatirkan akan berdampak lebih buruk untuk ibu
serta anak-anak mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar